Telah kau luangkan begitu banyak waktu..
Hanya tuk menjagaku..
Telah kau hempaskan kepentingan mu..
Hanya tuk mengurusku..
Terima kasih ibu.
Minggu, 23 September 2012
Sabtu, 22 September 2012
Merdeka
Kami ingin mempunya negri yang merdeka
Bertahun-tahun kami berjuang
Walau kami sudah tiada
Kami bangga karena negri kami telah merdeka
Tetasan dari kami untukmu pertiwi
Bertahun-tahun kami berjuang
Walau kami sudah tiada
Kami bangga karena negri kami telah merdeka
Tetasan dari kami untukmu pertiwi
PERJUANGAN
Kami berjuang mengusir penjajah
Walau kelaparan meendera
Bersenjatakan bambu runcing
Meriam musuh berdentum
Bom-bom berhamburan di udara
Tiada surutkan semangat kami
Tuk meraih kemerdekaan
Walau kelaparan meendera
Bersenjatakan bambu runcing
Meriam musuh berdentum
Bom-bom berhamburan di udara
Tiada surutkan semangat kami
Tuk meraih kemerdekaan
KEDAMAIAN
Angin pagi menghampiriku
Tertatih-tatih
Berbisik di telinga kiri
Lembut,sejuk
Bulu halus di pelipis
Tersibak rasa hampa
Tertatih-tatih
Berbisik di telinga kiri
Lembut,sejuk
Bulu halus di pelipis
Tersibak rasa hampa
Karena Kasih-Mu
Karena kasih-mu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali bertemu
Aku ingin rupa-Mu
Kulebihi sekali
Sebelum cuaca menali sutera
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali bertemu
Aku ingin rupa-Mu
Kulebihi sekali
Sebelum cuaca menali sutera
KUPU-KUPU
Alangkah elok rupamu
Terbang kian kemari
Di antara bunga-bunga
Kadang kulihat engkau tertegun
Di tangkai dan daun-daun
Atau berkejaran bersama kawanmu
Terbang kian kemari
Di antara bunga-bunga
Kadang kulihat engkau tertegun
Di tangkai dan daun-daun
Atau berkejaran bersama kawanmu
Hatiku
Hatiku bukan untuk kau nilai
Hati-hati dengan hatiku
Karena hatimu bisa melukai hatiku
Hatiku sangat hati-hati dengan hatimu
Karena hatiku ingin menilai hatimu
Hati-hati dengan hatiku
Karena hatimu bisa melukai hatiku
Hatiku sangat hati-hati dengan hatimu
Karena hatiku ingin menilai hatimu
KENANGAN
Tergelincir sisa hujan kemarin
Ketika keranda pelan meninggalkan
Pelantaran ini
Semua telah kehilangan
Sebuah mentari yang dulu bersinar
Sederhana
Guru...
Belum lama kita berbincang
Gerimis ini memisahkan
PERMINTAANKU
Tuhan, pelankanlah malam tiba
Agar kami berdua tidak kehilangan arah
Jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan, sisikanlah mendung itu
Jika gerimis,sakit ibuku kambuh
Jalan yang kami tempuh masih jauh
Tuhan berikanlah kekuatan
Untuk menempuh hidup ini
Kami tahu derita hari ini
Adalah bahagia esok hari
ALAM
Danau teduh nan indah
Di tengah kedamaian
Pucuk-pucuk pinus
Hamparan gunung-gunung nan indah
Takjub pada-Mu yang menciptakan alam ini
Di tengah kedamaian
Pucuk-pucuk pinus
Hamparan gunung-gunung nan indah
Takjub pada-Mu yang menciptakan alam ini
KERINDUAN
Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tampa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
Karena cinta telah menyembunyikan pisaumu
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
Aku tungku dan api
Menghadapi kemerdekaan tampa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
Karena cinta telah menyembunyikan pisaumu
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
Aku tungku dan api
TUHAN
Tuhan,
Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku meminta
Dengan segala doa
Tuhan,
Tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh
Dengan segala keluh
Aku jauh Engkau jauh
Aku dekat Engaku dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa terpadu
Langganan:
Komentar (Atom)

