Jumat, 15 Maret 2013

Tips Membuat Hari Menyenangkan

1. selalu bangun pagi sebelum matahari terbit
2. bersyukur kepada tuhan atas semua karuniaNya
3. segera mandi agar tubuh terasa fit
4. tetapkan target yang ingin di capai
5. nikmati sarapan pagi, karen tubu dan otak butuh asupan energi
6. milikilah impian yang besar
7. perbanyaklah bergaul dengan orang-orang
8. buatlah orang tersenyum minimal 3 orang setiap hari
9. perbanyaklah tersenyum dan tertawa
ini dia salah satu hasil karya dari Chairil Anwar
Senja di Pelabuhan Kecil

Ini kali tidak ada yang mencari cintadi antara gudang, rumah tua, pada ceritatiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlautmenghembus diri dalam mempercaya mau berpautGerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elangmenyinggung muram, desir hari lari berenangmenemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerakdan kini tanah dan air tidur hilang ombak.Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalanmenyisir semenanjung, masih pengap harapsekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalandari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

kali ini aku akan membahas sosok yang sudah tidak asing lagi karena karyanya yang sangat menginspirasi yaitu Chairil Anwar.Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Kabupaten Indragiri Riau, berasal dari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan ibunya Saleha, berasal dari Situjuh, Limapuluh Kota. Dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan.Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam. setelah dewas chairil anwar mulai terkenal karena karya puisinya yang menunjuk tentang kematian hingga di juluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul "Aku"). Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007, Chairil Anwar, yang meninggal di Jakarta, 28 April 1949, masih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar.

Rabu, 02 Januari 2013

ini dia salah satu puisi ciptaan Taufiq Ismail..

KEMBALIKAN INDONESIA PADAKU

Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam,
yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,

Kembalikan
Indonesia
padaku

Hari depan Indonesia adalah satu juta orang main pingpong siang malam
dengan bola telur angsa di bawah sinar lampu 15 wat,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang pelan-pelan tenggelam
lantaran berat bebannya kemudian angsa-angsa berenang-renang di atasnya,
Hari depan Indonesia adalah dua ratus juta mulut yang menganga,
dan di dalam mulut itu ada bola-bola lampu 15 wat,
sebagian putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,
Hari depan Indonesia adalah angsa-angsa putih yang berenang-renang
sambil main pingpong di atas pulau Jawa yang tenggelam
dan membawa seratus juta bola lampu 15 wat ke dasar lautan,

Kembalikan
Indonesia
padaku


Hari depan Indonesia adalah pertandingan pingpong siang malam
dengan bola yang bentuknya seperti telur angsa,
Hari depan Indonesia adalah pulau Jawa yang tenggelam
karena seratus juta penduduknya,
Hari depan Indonesia adalah bola-bola lampu 15 wat,
sebagian berwarna putih dan sebagian hitam, yang menyala bergantian,

Kembalikan
Indonesia
padaku

Paris, 1971

ayo kita mengenal sosok tokoh puisi terkenal di indonesia, seperti Taufiq Ismail

Taufiq Ismail

Taufiq Ismail lahir di Bukittinggi, 25 Juni 1935. Masa kanak-kanak sebelum sekolah dilalui di Pekalongan. Ia pertama masuk sekolah rakyat di Solo. Selanjutnya, ia berpindah ke Semarang, Salatiga, dan menamatkan sekolah rakyat di Yogya. Ia masuk SMP di Bukittinggi, SMA di Bogor, dan kembali ke Pekalongan. Pada tahun 1956--1957 ia memenangkan beasiswa American Field Service Interntional School guna mengikuti Whitefish Bay High School di Milwaukee, Wisconsin, AS, angkatan pertama dari Indonesia.

Ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia (sekarang IPB), dan tamat pada tahun1963. Pada tahun 1971--1972 dan 1991--1992 ia mengikuti International Writing Program, University of Iowa, Iowa City, Amerika Serikat. Ia juga belajar pada Faculty of Languange and Literature, American University in Cairo, Mesir, pada tahun 1993. Karena pecah Perang Teluk, Taufiq pulang ke Indonesia sebelum selesai studi bahasanya.

Semasa mahasiswa Taufiq Ismail aktif dalam berbagai kegiatan. Tercatat, ia pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa FKHP UI (1960--1961) dan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa (1960--1962).
Ia pernah mengajar sebagai guru bahasa di SMA Regina Pacis, Bogor (1963-1965), guru Ilmu Pengantar Peternakan di Pesantren Darul Fallah, Ciampea (1962), dan asisten dosen Manajemen Peternakan Fakultas Peternakan, Universitas Indonesia Bogor dan IPB (1961-1964). Karena menandatangani Manifes Kebudayaan, yang dinyatakan terlarang oleh Presiden Soekarno, ia batal dikirim untuk studi lanjutan ke Universitas Kentucky dan Florida. Ia kemudian dipecat sebagai pegawai negeri pada tahun 1964.

Taufiq menjadi kolumnis Harian KAMI pada tahun 1966-1970. Kemudian, Taufiq bersama Mochtar Lubis, P.K. Oyong, Zaini, dan Arief Budiman mendirikan Yayasan Indonesia, yang kemudian juga melahirkan majalah sastra Horison (1966). Sampai sekarang ini ia memimpin majalah itu.

Taufiq merupakan salah seorang pendiri Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Taman Ismail Marzuki (TIM), dan Lembaga Pendidikan Kesenian Jakarta (LPKJ) (1968). Di ketiga lembaga itu Taufiq mendapat berbagai tugas, yaitu Sekretaris Pelaksana DKJ, Pj. Direktur TIM, dan Rektor LPKJ (1968--1978). Setelah berhenti dari tugas itu, Taufiq bekerja di perusahaan swasta, sebagai Manajer Hubungan Luar PT Unilever Indonesia (1978-1990).

Pada tahun 1993 Taufiq diundang menjadi pengarang tamu di Dewan Bahasa dan Pustaka, Kuala Lumpur, Malaysia.
Sebagai penyair, Taufiq telah membacakan puisinya di berbagai tempat, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. Dalam setiap peristiwa yang bersejarah di Indonesia Taufiq selalu tampil dengan membacakan puisi-puisinya, seperti jatuhnya Rezim Soeharto, peristiwa Trisakti, dan peristiwa Pengeboman Bali.

Hasil karya Taufik Ismail antara lain:

1. Tirani, Birpen KAMI Pusat (1966)
2. Benteng, Litera ( 1966)
3. Buku Tamu Musium Perjuangan, Dewan Kesenian Jakarta (buklet baca puisi) (1972)
4. Sajak Ladang Jagung, Pustaka Jaya (1974)
5. Puisi-puisi Langit, Yayasan Ananda (buklet baca puisi) (1990)
6. Prahara Budaya (bersama D.S. Moeljanto), Mizan (1995)
7. Ketika Kata Ketika Warna (editor bersama Sutardji Calzoum Bachri, Hamid Jabbar, Amri Yahya, dan Agus Dermawan, antologi puisi 50 penyair dan repoduksi lukisan 50 pelukis, dua bahasa, memperingati ulangtahun ke-50 RI), Yayasan Ananda (1995)
8. Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Yayasan Ananda (1998
)

Jumat, 26 Oktober 2012

Ayo kita mengenal sosok tokoh puisi terkenal indonesia, seperti Chairil Anwar

Chairil Anwar (lahir di Medan, Sumatra Utara, 26 Juli 1922 – meninggal di Jakarta, 28 April 1949 pada umur 26 tahun), dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul aku), adalah penyair terkemuka Indonesi. Ia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. BersamaAsrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B Jassin sebagai pelopor Angktan'45 sekaligus puisi modern Indonesia.
Chairil lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, dimana ia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisipertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Pusinya menyangkut berbagai tema, mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, dan eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi.

karya-karya tulis yang di terbitkan oleh Chairul Anwar antara lain adalah sebagai berikut:


·        Deru Campur Debu (1949)
·        Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949)
·        Tiga Menguak Takdir (1950) (dengan Asrul Sani dan Rivai Apin)
·        "Aku Ini Binatang Jalang: koleksi sajak 1942-1949
·        Derai-derai Cemara (1998)
·         Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948), terjemahan karya Andre Gide
·         Kena Gempur (1951), terjemahan karya John Steinbeck

Minggu, 23 September 2012

Ibu

Telah kau luangkan begitu banyak waktu..
Hanya tuk menjagaku..
Telah kau hempaskan kepentingan mu..
Hanya tuk mengurusku..
Terima kasih ibu.

Sabtu, 22 September 2012

Merdeka

Kami ingin mempunya negri yang merdeka
Bertahun-tahun kami berjuang
Walau kami sudah tiada
Kami bangga karena negri kami telah merdeka
Tetasan dari kami untukmu pertiwi

PERJUANGAN

Kami berjuang mengusir penjajah
Walau kelaparan meendera
Bersenjatakan bambu runcing
Meriam musuh berdentum
Bom-bom berhamburan di udara
Tiada surutkan semangat kami
Tuk meraih kemerdekaan

KEDAMAIAN

Angin pagi menghampiriku
Tertatih-tatih
Berbisik di telinga kiri
Lembut,sejuk
Bulu halus di pelipis
Tersibak rasa hampa

Karena Kasih-Mu

Karena kasih-mu
Engkau tentukan waktu
Sehari lima kali bertemu
Aku ingin rupa-Mu
Kulebihi sekali
Sebelum cuaca menali sutera

KUPU-KUPU

Alangkah elok rupamu
Terbang kian kemari
Di antara bunga-bunga
Kadang kulihat engkau tertegun
Di tangkai dan daun-daun
Atau berkejaran bersama kawanmu

Hatiku

Hatiku bukan untuk kau nilai
Hati-hati dengan hatiku
Karena hatimu bisa melukai hatiku
Hatiku sangat hati-hati dengan hatimu
Karena hatiku ingin menilai hatimu

KENANGAN

Tergelincir sisa hujan kemarin
Ketika keranda pelan meninggalkan
Pelantaran ini
Semua telah kehilangan
Sebuah mentari yang dulu bersinar
Sederhana
Guru...
Belum lama kita berbincang
Gerimis ini memisahkan

PERMINTAANKU

Tuhan, pelankanlah malam tiba
Agar kami berdua tidak kehilangan arah
Jalan yang kami tempuh masih jauh

Tuhan, sisikanlah mendung itu 
Jika gerimis,sakit ibuku kambuh
Jalan yang kami tempuh masih jauh

Tuhan berikanlah kekuatan
Untuk menempuh hidup ini
Kami tahu derita hari ini
Adalah bahagia esok hari

ALAM

Danau teduh nan indah
Di tengah kedamaian
Pucuk-pucuk pinus
Hamparan gunung-gunung nan indah
Takjub pada-Mu yang menciptakan alam ini

KERINDUAN

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tampa cinta
Kau tak akan mengerti segala lukaku
Karena cinta telah menyembunyikan pisaumu
Membayangkan wajahmu adalah siksa
Kesepian adalah ketakutan dan kelumpuhan
Engkau telah menjadi racun bagi darahku
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
Aku tungku dan api

TUHAN


Tuhan,
Tuhan Yang Maha Esa
Tempat aku meminta
Dengan segala doa

Tuhan,
Tempat aku berteduh
Dimana aku mengeluh
Dengan segala keluh

Aku jauh Engkau jauh
Aku dekat Engaku dekat
Hati adalah cermin
Tempat pahala dan dosa terpadu


Minggu, 19 Agustus 2012


Pesta Ulang Tahunku

       Besok adalah hari ulangtahunku aku sudah membayangkan besok adalah hari bahagia untukku. Aku berjalan menju kelas dengan hati yang senang. Pembelajaran di kelas begitu terasa sangat cepat tak terasa sudah bel pulang lagi mungkin ini karena perasaanku yang lagi bahagia, jadi waktu terasa cepat berlalu. Perasaanku bahagia ini tidak berjalan lama tiba-tiba saat pulang sekolah teman-temanku marah karena hal yang sangat sepele. Aku merasa sangat bersalah tetapi saat kucoba meminta maaf kepada mereka, mereka tidak mau memaafkanku seakan-akan kesalahnku begitu besar sampai mereka tidak mau memaafkan. aku pulang dengan perasaan yang kesal dan sedih. tibalah besok hari paling membahagiakan untukku aku berfikir mungkin saja temanku sudah tidak marah karena ini kan hari ulang tahunku. Ternyata pikiranku salah, mereka tetap marah padaku. Bel pulang pun tiba,saat aku berjalan untuk pulang temanku dari jauh memanggilku ,aku pikir mereka mau meminta maaf , ternyata dugaanku salah mereka malah menyalahkanku atas kejadian kemaren. Di sana aku merasa sangat sedih sekali. sebelum aku pergi mereka memintaku untuk ikut ke kelas menemani mereka mengambil tasnya. ternyata saat aku buka kelas aku di kejutkan dengan ledakan balon, dan semua temanku melemparkan bedak ke arah ku dan berteriak 'selamat ulang tahun' aku tidak menyangka mereka akan mempersiapan kejutan yang sangat begitu indah yang tidak akan pernah aku lupakan




Sabtu, 21 Juli 2012

Lingkungan hidup
lingkungan hidup lebih di kenal dengan kata 'lingkungan' dimana manusia ,hewan dan tumbuhan hidup. Jadi lingkungan hidup merupakan bagian yang mutlak bagi kehidupan manusia karena kita hidup, tinggal, bersosialisasi dan lain-lain di lingkungan hidup, oleh sebab itu kita harus menjaga lingungan hidup kita. Jaman sekarang banyak sekali yang acuh terhadap lingkungan hidup, padahal kalau alam sudah rusuk mau dimana lagi kita tinggal?karena itu kita harus mejaga alam mulai dari sekarang. Siapa lagi yang harus menjaga alam selain kita sebagai penerus bangsa ini, agar generasi nanti dapat hidup dengan baik dan sehat karena lingkungan bersih dan terlidungin